BOJONEGORO – Rangkaian kegiatan Bootcamp Kemandirian Ekonomi Pemuda Kabupaten Bojonegoro Tahun 2026 resmi berakhir. Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 150 pemuda Bojonegoro tersebut tidak hanya memberikan pembekalan teori, tetapi juga mendorong peserta untuk mempraktikkan langsung keterampilan yang diperoleh selama mengikuti bootcamp.
Mengusung semangat “Berdaya Bersama, Mandiri Berkarya”, kegiatan ini menjadi ruang bagi pemuda untuk mengembangkan keterampilan, membangun jejaring, sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan pekerjaan.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bojonegoro menyampaikan bahwa pelaksanaan bootcamp berjalan dengan lancar dan mendapatkan antusiasme yang tinggi dari para peserta. Menurutnya, salah satu hal penting dalam kegiatan ini adalah peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mempraktikkannya secara langsung.
“Ini bukan hanya pelatihan, tetapi bagaimana kita membangun jejaring. Peserta bisa saling terhubung, saling memasarkan, dan membuka peluang kerja bersama,” ungkapnya.
Salah satu bentuk kolaborasi tersebut terlihat melalui bidang Digital Marketing dan Affiliator yang berperan sebagai bagian dari pemasaran produk hasil karya peserta dari bidang lainnya. Produk yang dihasilkan peserta dikomunikasikan dan dipromosikan melalui jejaring peserta affiliator sehingga diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar.
Menurutnya, konsistensi dan kemampuan membangun koneksi menjadi modal penting bagi pemuda setelah menyelesaikan bootcamp. Jejaring yang terbentuk diharapkan tidak berhenti pada saat kegiatan berakhir, tetapi terus berkembang menjadi hubungan usaha yang memberikan manfaat bagi para peserta.
“Harapannya dengan ini terbangun koneksi dan pasar. Jadi bukan hanya selesai pelatihan, tetapi setelah ini teman-teman bisa mengajak teman lainnya untuk bekerja bersama. Artinya, kita tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga membuka lapangan kerja,” jelasnya.
Semangat tersebut juga tercermin dalam pelaksanaan kegiatan penutupan yang melibatkan berbagai keterampilan peserta, mulai dari bidang Master of Ceremony (MC), olahan pangan, hingga produk karya lainnya.
Para peserta juga didorong untuk membagikan pengalaman dan testimoni selama mengikuti bootcamp melalui media sosial masing-masing. Hal tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi sekaligus memperluas dampak kegiatan kepada masyarakat.
Pemuda Didorong Tidak Hanya Mencari Pekerjaan, tetapi Menciptakan Pekerjaan
Wakil Bupati Bojonegoro menyampaikan bahwa Bootcamp Kemandirian Ekonomi Pemuda dapat menjadi embrio dalam membuka peluang pekerjaan bagi generasi muda.
Menurutnya, pekerjaan tidak selalu harus dicari, tetapi dapat diciptakan melalui keterampilan, kreativitas, dan keberanian untuk memulai.
“Pekerjaan itu tidak harus dicari, tetapi bisa diciptakan. Dari 150 anak yang dilatih dan diberi semangat, harapannya mereka memiliki ilmu yang profesional, kemudian dicoba dan dilaksanakan,” tuturnya.
Ia berharap ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama bootcamp dapat segera dipraktikkan sehingga peserta mampu tumbuh menjadi pemuda yang mandiri. Bagi peserta yang belum siap untuk menjalankan usaha secara mandiri, peluang magang juga dapat menjadi salah satu pilihan untuk meningkatkan pengalaman dan keterampilan.
Program magang yang tersedia melalui Perinaker diharapkan dapat menjadi jembatan bagi peserta untuk mendapatkan pengalaman kerja yang sesuai dengan keterampilan yang telah diperoleh selama mengikuti bootcamp.
“Kalau memang belum bisa mandiri, bisa mencari pengalaman melalui magang. Nanti dapat diarahkan sesuai dengan embrio yang sudah dilatih selama bootcamp,” tambahnya.
Ia juga mengajak para peserta untuk memiliki mental pantang menyerah. Menurutnya, keberhasilan tidak selalu datang dalam satu kali percobaan. Ketika mengalami kegagalan, pemuda harus memiliki keberanian untuk bangkit dan kembali merintis dari awal.
“Ketika jatuh, kita harus bangun. Ketika berada di titik nol, kita harus mau merintis kembali. Harapannya ke depan bukan lagi bertanya informasi lowongan kerja, tetapi justru mampu membuka informasi lowongan kerja,” pesannya.
Kreativitas dan Jejaring Jadi Modal Pemuda Menuju Kemandirian
Sementara itu, Ibu Cantika Wahono menyampaikan bahwa kreativitas menjadi salah satu kunci penting dalam mendukung pembangunan daerah. Produk seni, kerajinan, maupun produk kreatif lainnya memiliki peluang pasar karena setiap orang memiliki selera yang berbeda.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan Kabupaten Bojonegoro memiliki sejumlah fokus, di antaranya pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi, ketahanan pangan, serta pembangunan lainnya yang membutuhkan kreativitas dan keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda.
Menurutnya, sejumlah indikator pembangunan Bojonegoro menunjukkan perkembangan positif, termasuk peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada 2025 yang mencapai 73,74 persen serta penurunan tingkat pengangguran. Jumlah pelaku UMKM yang mencapai hampir seratus ribu juga menjadi potensi besar dalam penguatan ekonomi daerah.
Meski demikian, berbagai tantangan masih perlu dihadapi. Karena itu, pemuda Bojonegoro didorong untuk terus meningkatkan kemampuan, membangun relasi, dan berani mengambil peluang.
“Semua berawal dari nol. Kalau pintar, itu menjadi berkah. Kalau belum pintar, kita harus mencari ‘bejo’ dengan memperbanyak belajar, meningkatkan skill, dan membangun relasi melalui pendidikan formal maupun nonformal,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi para mitra pelaksana yang telah menjadi contoh pemuda yang bergerak untuk menciptakan lapangan pekerjaan.
Dalam Bootcamp Kemandirian Ekonomi Pemuda, peserta mendapatkan pembekalan mulai dari penyusunan business plan hingga fasilitasi pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB).
Peserta juga didorong untuk memulai dari hal-hal kecil yang benar-benar dikuasai dan mengembangkannya secara konsisten.
“Jadilah digital entrepreneur. Manfaatkan pasar digital dengan maksimal,” pesannya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberhasilan seorang wirausaha tidak hanya diukur dari besarnya keuntungan yang diperoleh, tetapi juga dari dampak yang mampu diberikan kepada lingkungan dan masyarakat.
“Ukuran keberhasilan bukan hanya laba, tetapi juga dampak yang diberikan,” tegasnya.
Ia mengajak para peserta untuk memiliki mimpi besar, membangun kolaborasi, serta menjaga integritas, tanggung jawab, kejujuran, dan kepedulian terhadap sesama.
“Jadilah pemuda yang mandiri, kreatif, dan produktif. Jadilah kelompok pemuda Bojonegoro yang memberikan dampak besar,” pungkasnya.
Peserta Siap Membawa Semangat Bootcamp ke Dunia Nyata
Dalam sesi tanya jawab, peserta juga menyampaikan sejumlah persoalan yang mereka hadapi setelah mengikuti berbagai program pengembangan pemuda. Salah satunya terkait keberlanjutan program setelah kegiatan selesai.
Peserta dari bidang Master of Ceremony juga mempertanyakan bagaimana agar keterampilan yang telah diperoleh tidak berhenti setelah program berakhir. Hal tersebut menjadi perhatian penting karena keberlanjutan menjadi salah satu kunci keberhasilan program pemberdayaan pemuda.
Peserta lainnya juga mendapatkan penguatan mengenai pentingnya menghargai proses dan terus meningkatkan kompetensi. Pemuda didorong untuk memperbanyak sertifikasi, meningkatkan kemampuan, serta terus menggali potensi pasar agar keterampilan yang dimiliki memiliki nilai ekonomi yang semakin tinggi.
Sementara itu, peserta bidang olahan pangan menyampaikan tantangan kenaikan harga bahan pendukung produksi, seperti plastik, yang dapat berdampak pada harga jual produk. Peserta diberikan pemahaman bahwa perubahan harga bahan baku tidak harus menjadi hambatan, tetapi dapat dihadapi dengan strategi pemasaran dan strategi harga yang tepat, termasuk melalui program promosi.
Berakhirnya rangkaian Bootcamp Kemandirian Ekonomi Pemuda 2026 diharapkan bukan menjadi akhir dari proses, melainkan menjadi awal bagi terbentuknya jejaring usaha dan kolaborasi antarpemuda.
Dengan bekal keterampilan, pengalaman praktik, jejaring, dan semangat “Berdaya Bersama, Mandiri Berkarya”, para peserta diharapkan mampu membawa hasil bootcamp ke dunia nyata, mengembangkan usaha, menciptakan peluang kerja, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bojonegoro.
|
|
|
|
|
Sangat Puas
75 % |
Puas
4 % |
Cukup Puas
4 % |
Tidak Puas
18 % |