BOJONEGORO – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bojonegoro menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Bojonegoro Youth Festival (BYF) 2026 sekaligus pemutakhiran data Organisasi Kepemudaan (OKP). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antarorganisasi kepemudaan sekaligus memastikan keterlibatan pemuda dalam berbagai program pembangunan di Kabupaten Bojonegoro.

Dalam arahannya, Asisten Daerah I Kabupaten Bojonegoro, Dr. Kusnandaka Tjatur Prasetijo, M.Si., menekankan agar pertemuan antarorganisasi kepemudaan tidak sekadar menjadi ajang berkumpul, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun jejaring dan kolaborasi.

“Jangan sekadar kumpul-kumpul, tetapi ada juga sesi berjejaring. Kelebihan dan kekurangan satu sama lain bisa dipelajari dan saling meng-cover,” ujarnya.

Menurutnya, setiap organisasi perlu mampu merumuskan informasi, kebutuhan, serta tujuan yang ingin dicapai bersama. Kolaborasi antar-OKP diharapkan dapat menghasilkan langkah nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

Ia juga mengingatkan bahwa pemuda memiliki posisi strategis dalam menentukan arah pembangunan di masa mendatang. Dalam 20 tahun ke depan, generasi muda akan menjadi pihak yang memegang kendali pembangunan.

“Yang bisa melakukan adalah diri sendiri. Karena itu, pemuda harus mulai mempersiapkan diri sejak sekarang,” pesannya.

Selain memperkuat jejaring antar-OKP, sinergi antarperangkat daerah juga menjadi perhatian. Program kepemudaan diharapkan dapat berjalan secara terarah dan tidak terjadi tumpang tindih antar-OPD.

Pemutakhiran Data OKP untuk Perkuat Fasilitasi Pemuda

Sekretaris Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bojonegoro, Bapak Dery Aprillian,S,STP.,M.M menyampaikan pentingnya kelengkapan dan pembaruan data organisasi kepemudaan. Setiap OKP diminta aktif melakukan pembaruan data melalui tautan yang telah disediakan.

Menurutnya, data yang lengkap dan mutakhir akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan serta penyaluran berbagai bentuk bantuan dan fasilitasi kepada organisasi kepemudaan.

“Mohon setiap OKP bisa mengisi dan meng-update data melalui link yang sudah disediakan, sehingga satu data terkait OKP bisa lengkap. Dengan begitu, bantuan dan fasilitasi dapat tersalurkan dengan baik,” jelasnya.

Ia menambahkan, momentum menjelang Hari Jadi Bojonegoro juga akan diisi dengan berbagai festival dan kompetisi yang ditujukan bagi generasi muda. Salah satunya melalui Bojonegoro Youth Festival 2026 yang menjadi ruang bagi pemuda untuk menunjukkan kreativitas, kemampuan, serta potensi yang dimiliki.

Bapak Dery menegaskan bahwa pemuda merupakan salah satu pilar pembangunan Bojonegoro. Dengan potensi daerah yang besar, termasuk dukungan APBD yang masuk dalam tiga besar di Jawa Timur, pemuda diharapkan tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan.

“Pemuda jangan menjadi penonton saja, tetapi harus menjadi petarung,” tegasnya.

Ia juga mendorong pemuda untuk terus meningkatkan kapasitas diri. Menurutnya, salah satu kunci keberhasilan seseorang dipengaruhi oleh apa yang dibaca dan dengan siapa seseorang bergaul.

“Kalau mau sukses, berkumpullah dengan orang-orang sukses. Bacalah buku-buku yang dapat memberikan motivasi dan mengubah mindset,” pesannya.

Lebih lanjut, bapak Dery menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus berupaya menangani persoalan kemiskinan dan pengangguran. Dalam konteks tersebut, OKP diharapkan tidak hanya menjalankan kegiatan internal organisasi, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi dan program yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Harapannya, program Pemkab dan anggaran yang digunakan dapat membantu memberantas kemiskinan dan pengangguran. OKP juga bisa mengeluarkan inovasi terkait program-program yang dapat membantu pembangunan Bojonegoro,” tambahnya.

Kegiatan Harus Terukur dan Dievaluasi

Sementara itu, Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Bojonegoro, Bapak Ali Mahmudi, SH.,MM , menekankan pentingnya setiap kegiatan memiliki indikator keberhasilan atau Key Performance Indicator (KPI).

Menurutnya, setiap program yang telah dilaksanakan perlu dievaluasi agar dapat diketahui capaian, kekurangan, serta hal-hal yang perlu diperbaiki pada pelaksanaan berikutnya.

“Setiap melakukan kegiatan harus ada KPI-nya, dan kegiatan yang sudah dilakukan perlu dilakukan evaluasi,” ungkapnya.

Dalam persiapan kegiatan yang melibatkan olahraga tradisional, ia juga menyoroti pentingnya aspek keamanan dan keselamatan peserta. Salah satu olahraga tradisional yang menjadi perhatian adalah terompah panjang.

Terompah panjang, menurutnya, bukan hanya aktivitas olahraga, tetapi juga memiliki nilai edukatif mengenai kerja sama, kekompakan, kesabaran, dan kemampuan menyesuaikan diri dengan anggota tim.

“Terompah panjang bermakna kerja sama dan kekompakan antar pemain, serta kesabaran. Karena harus menyesuaikan dan bekerja sama dengan rekan satu tim,” jelasnya.

beliau juga mengingatkan peserta agar memperhatikan keselamatan saat mengikuti permainan terompah panjang, salah satunya dengan menggunakan alas kaki untuk mengurangi risiko cedera.

BYF 2026 Jadi Ruang Kolaborasi dan Aktualisasi Pemuda

Rapat koordinasi ini menjadi bagian penting dalam mematangkan persiapan Bojonegoro Youth Festival 2026, sekaligus memperkuat komunikasi dan kolaborasi antarorganisasi kepemudaan.

Melalui kegiatan tersebut, OKP diharapkan dapat merumuskan kontribusi dan kolaborasi yang dapat dilakukan dalam pelaksanaan festival. Tidak hanya sebagai peserta, organisasi kepemudaan juga diharapkan mampu menjadi penggerak kegiatan, menghadirkan inovasi, serta membuka ruang jejaring bagi pemuda Bojonegoro.

Pemutakhiran data OKP juga menjadi bagian strategis dalam membangun ekosistem kepemudaan berbasis data. Dengan data organisasi yang lengkap dan akurat, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dapat menyusun program, fasilitasi, serta kebijakan kepemudaan secara lebih tepat sasaran.

Melalui sinergi antara pemerintah, OKP, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan, Bojonegoro Youth Festival 2026 diharapkan tidak hanya menjadi rangkaian kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang bagi pemuda untuk berjejaring, berkolaborasi, berkompetisi, dan menunjukkan kontribusi nyata bagi pembangunan Kabupaten Bojonegoro.

Pemuda Bojonegoro bukan sekadar penonton, tetapi bagian penting dari penggerak pembangunan daerah.


By Admin
Dibuat tanggal 07-10-2026
0 Dilihat
Bagaimana Tanggapan Anda?
Sangat Puas
75 %
Puas
4 %
Cukup Puas
4 %
Tidak Puas
18 %